Setitik dakwat mampu membuat sejuta manusia berfikir tentangnya.

jihada izzah
During the midbreak, i went home for few days..it's quite short holidays, but i am having much fun at my hometown, Johor.. Regardless of the "kemangkatan" DYMM Sultan Iskandar, i enjoyed my time at home especially when i went to SSI n Kem PLKN, Desaru to pay a visit to my youngest sister n 2nd brother, respectively..




My little sister, Ira, is studying in a school in Jb. As the youngest in my family, somewhat, i felt as if she won't be able to manage herself accordingly. I always "bebel" nag at her at home, that's what I used to do..hehe...But, I was suprised to know that she stays in the hostel. That's a challenge to her..No one asks her to do so, but she insists herself..When I met her during the break, I know she improves so much, I'm glad adik,,you will learn, just face whatever in front of you, somehow you will know the meaning of true life ...







My mid brother, he entered the camp on January 3rd, 2010. What makes me feel touchy feeling is that I can see his happiness...He gains so much experience there I guess,,,seems that every moment showers him with happiness...that's pretty good Iwan, may you be someone better in the future, insyaAllah..




jihada izzah

Kata Imam al-Ghazali, jika cinta yang sekadar dapat dicapai dengan pancaindera yang 5 – deria sentuh, bau, lihat, dengar, rasa – maka itu belum cinta yang hakiki. Hanya cinta yang dapat dirasa dengan deria keenam (hati), barulah ia cinta yang hakiki.

Hakikatnya, itulah cinta yang dialirkan ALLAH ke dalam hati. Ia lahir dari dalam ke luar, bukan sebaliknya. Ia bukan dari mata turun ke hati, tetapi dari hati turun ke mata dan lain-lain anggota. Itulah cinta yang benar, suci lagi murni. Cinta inilah yang dikhusukan buat manusia sesuai dengan martabatnya sebagai makhluk yang paling sempurna. Cinta ini bukan diukur menurut pandangan mata kepala, tetapi mengikut pandangan mata hati. Cinta itu datang dari ALLAH dan diberi sebagai bekal untuk mendapat kecintaan ALLAH.

Imam al-Ghazali menyenaraikan beberapa jenis cinta, yang semuanya sewajarnya ‘pulang’ kepada Pencipta cinta – ALLAH:

Cinta kepada kesempurnaan dan kekekalan diri

Setiap manusia cinta akan kekekalan dan kesempurnaan dirinya. Tiada siapa pun yang mahukan kekurangan, kebinasaan, dan kematian. Walaupun diri mencintai orang lain, hakikatnya cinta itu pulang kepada dirinya. Sebagai contoh, cinta ibu pada anaknya, kerana inginkan kelangsungan keturunan buat dirinya. Justeru, siapa yang kenal diri dan mengenal ALLAH, maka dia pasti mencintai ALLAH justeru kesempurnaan dan kekekalan hidup adalah bersumber dari ALLAH jua.

Cinta kepada sesiapa yang berbudi

Hati manusia akan jatuh cinta pada sesiapa yang berbudi kepadanya. Umpamanya, kepada yang member wang, harta, sokongan dan nasihat kepadanya. Maka, jika kita cinta pada orang yang berbudi, tentu kita akan jatuh cinta kepada ALLAH kerana hakikatnya semua budi yang diberikan oleh manusia datang dari ALLAH.

Cinta kepada seorang budiman walaupun budinya tidak dirasai

Manusia boleh jatuh cinta pada orang yang baik walaupun dia sendiri tidak merasai kebaikan orang itu. Contohnya, jika diberitakan kepada kita seorang hartawan, negarawan, atau bangsawan yang sangat pemurah kepada fakir miskin, anak2 yatim, dsb.. secara automatik kita jatuh cinta pada orang itu walaupun kita tidak merasai pemberiannya. Siapa tidak cinta pada Saidina Abu Bakar yang kita tahu begitu tinggi budinya? Hakikat ini mewajarkan kita mencintai ALLAH kerana kita tahu DIAlah yang menaburkan nikmat dan kebaikan kepada seluruh manusia.

Cinta kepada sesuatu yang indah

Semua orang cinta pada yang indah. Cinta pada keindahan terbahagi kepada dua: Pertama, cinta pada keindahan yang terjangkau dek pancaindera – bau, rasa, penglihatan, sentuhan, pendengaran . Kedua, cinta pada keindahan yang hanya dijangkau oleh hati. Cinta pertama adalah cinta kelas bawah kerana ia dapat dijangkau oleh kanak-kanak dan haiwan manakala cinta yang kedua adalah cinta ‘kelas atas’ yang dapat dijangkau oleh manusia yang punya mata hati. Mata hati dapat melihat yang tersirat disebalik tersurat, dapat melihat Pemberi nikmat di sebalik nikmat…. Jika benarlah kita mencintai keindahan, maka kita pasti mencintai ALLAH. Sayangnya, ramai yang kagum dengan keindahan alam yang memang indah, tapi terlindung dari ‘melihat’ keindahan ALLAH yang jauh lebih indah. Rasulullah saw telah bersabda;

“ALLAH itu indah, dan cinta pada keindahan.” (Riwayat Muslim)

Cinta seseorang atau sesuatu yang serasi (secocok)

Manusia akan jatuh cinta kepada sesuatu atau seseorang yang serasi dengannya. Misalnya, orang yang mempunyai hobi yang sama akan suka berdamping dengan orang yang mempunyai hobi sama dengannya. Ahli ilmu dengan ahli ilmu, golongan profesional sesama profesional. Yang saling mengenal akan serasi, yang tidak mengenal akan menjauh, begitulah adatnya…

Jika diamati, sifat2 kesempurnaan ALLAH sebenarnya sangat serasi dengan jiwa manusia. Ketika ditimpa kezaliman, hati manusia merintih mahukan keadilan..ketika itu manusia sebenarnya telah merintih kepada ALLAH. Bukankah al-‘Adlu (Maha Adil) itu nama dan sifat ALLAH? Inilah fitrah yang telah di’install’ dalam diri manusia sejak awal penciptaannya. Namun, semuanya bergantung pada sejauh mana manusia itu menjaga dan menyuburkannya lagi.

Mempelajari nama2 ALLAH (Asma’ ul husna) membolehkan kita berakhlak dengan sifat2 ALLAH. Rasulullah saw bersabda;

“Sesungguhnya ALLAH swt mempunyai 99 nama – seratus kurang satu. Sesiapa sahaja yang menghafalnya (mencontohinya), dia akan masuk syurga.” (Riwayat Bukhari & Muslim).

Semakin banyak sifat2 ALLAH yang menjadi akhlak kita sehari-hari, semakin dekatlah kita dengan ALLAH.

Cinta ALLAH adalah cinta yang tertinggi. Cinta hari ini tidak ada atau kurang mantap cinta ALLAH sebagai asas cinta kepada manusia. Atau asas itu ada tetapi terlalu rapuh. Segala yang diidamkan manusia ada pada ALLAH. Bahkan, cinta itu sendiri datangnya dariNYA. Hukama’ ada mengatakan bahawa cinta adalah ‘hadiah’ terbesar daripada ALLAH untuk manusia. Dengan hadiah itu terciptalah perhubungan cinta sesama manusia.

“Kalau kamu hendak menghitung nikmat2 ALLAH, nescaya kamu tidak akan terhitung”. (Ibrahim 14:34)


sumber: Tentang CINTA oleh Pahrol Mohd Juoi

jihada izzah


Setiap kesenangan adalah ujian dari Tuhanmu,
Setiap kesusahan juga adalah ujian dariNya,

Kejayaan, kegagalan,

Kemewahan, kemiskinan,
Kesihatan, kesakitan,
Semuanya dalam kekuasaanNya...


Seseorang itu diuji sesuai dengan kemampuannya,
Sungguh Allah swt Maha Adil,

Jangan mengeluh duhai insan,

Walau apa jua halangan,

Hadapilah ia dengan sabar,

Dan mohonlah pertolonganNya dengan rendah hati...

Tabahlah duhai diri,
Walau onak menyambar diri,
Kerna kau bukan sendiri,
Denganmu ada Ya Rabbi...



jihada izzah
Bioinformatics is an application of information technology and computer science to the field of molecular biology. Compared to its earlier applications, it is now entails the creation and advancement of databases, algorithms, computational and statistical techniques, and theory to solve formal and practical problems arising from the management and analysis of biological data. Taking Computer Aided Drug Design taught me the importance of bioinformatics. Among the common activities in bioinformatics are mapping and analyzing DNA and protein sequences; aligning different DNA and protein sequences to compare them; and creating and viewing 3-D models of protein structures.

We need a protein sequence in order to create and view the 3-D models of protein structures. Thus, to know the protein sequence we can find it through MEROPS, a database which provides information for peptidases/ proteases and the proteins that inhibit them. The peptidase can be reached by use of an index under its Name, MEROPS Identifier or source Organism on the MEROPS summary page. The MEROPS database uses a hierarchical, structure-based classification of the peptidases. In this, each peptidase is assigned to a Family on the basis of significant similarities in amino acid sequence, and families that are thought to be homologous are grouped together in a Clan.


To illustrate, we can search for a peptidase or inhibitor by name. For instance, a peptidase which begin with ClpP.

The following page shows the MERNUM (MEROPS no.); e.g. MER062334. This number is specific for an organism, in this case, it is for Burkholderia cenocepacia.


From the information, we can get the peptid
ase unit (e.g: 1-73); active site of the enzyme (e.g: H(3) D(52)); and protein sequences in FastA format.


In addition, ClustaX software can be used in phylogenetics study, in which we can cluster and align conserved regions. Sequences are aligned using ClustaX and viewed via Treeview software. ClustaX helps in clustering organism by similarity, for example, organism under the same genus such as Burkholderia sp. whereas Treeview software allows us to display phylogenetic trees of an organism.


We learn to utilize
BLAST (Basic Local Alignment Search Tool) program to compare protein or DNA sequence queries to protein or DNA sequence databases. BLAST is a collection of searching programs for biological sequence databases which uses the algorithm. For instance, in the BLAST NCBI (National Center for Biotechnology Information) BLAST page, we can search for protein database using protein query from “Protein Blast” program.


Once we enter the
FastA sequence, and select PSI-BLAST (Position-Specific Iterated BLAST) as the algorithm program selection, we manage to get the domain, identity and description of the query protein sequence.


Next, we can find the location of the protein sequence in the genome usi
ng software known as ARTEMIS.


RCSB (Research Collaboratory for Structural Bioinformatics) Protein Data Bank (PDB) is an archive that contains information about experimentally-determined structures of proteins, nucleic acids, and complex assemblies. To view 3-D model of protein structure, we can use PDB identification number (PDB id.) such as 1TYF for organism Burkholderia pseudomallei.


The PDB file is downloaded from
RCSB PDB and opened via software called RASWIN which consists of RasMol. RasMol is molecular visualization software which makes the 3-D display more interactive and interesting to be explored.

Alhamdulillah, these are the knowledge I gained during the classes and through readings. Even though I may lack on some information, but I found out that this subject is quite interesting. It’s true that it is challenging and difficult, but, I believe that my friends and I tried our best to understand whatever we learn in this subject….

~ There is no elevator to success. You have to take the stairs. ~ unknown